Minggu, 03 November 2013

…NEW MEDIA…

            Kata "media" itu berasal dari bahasa latin yang artinya perantara sebuah pesan dengan penerima pesan. Contoh dari media seperti: Komputer. Komputer dapat dikatakan media pembelajaran jika membawa pesan - pesan dalam rangka mencapai tujuanpembelajaran.
            Dan apa yang dimaksud dengan "new media". Sebenarnya sulit untuk mendefinisikan new media disebabkan karena sulitnya menjelaskan apa variabel dari “new” itu. Dan juga karena bisa dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya.
            Mengatakan new media, bisa berarti berdasarkan "waktu" . Jadi semakin baru, semakin modern, semakin New Media. Lalu bisa juga dilihat dari sisi "manfaat", jadi semakin heboh di kalangan masyarakat, semakin mengubah culture / budaya, makin newmedia.
            Banyak yang beranggapan bahwa komputer itu pasti new media, belum tentu komputer adalah new media karena itu membatasi definisi "new media" itu sendiri, karena komputer hanya sebuah mesin, tidak bisa menjadi pengukur media itu adalah new media atau bukan.
            Bila dilihat dari sisi "produksi", jadi jika diproduksi dengan teknologi terbaru itu menjadi new media. Berarti dengan definisi ini koran cetak juga dapat dibilang sebagai new media, karena koran di produksi dengan komputer dan design dengan software - software modern. Benarkah koran adalah new media ?
            Sekarang yang terakhir jika dilihat dari sisi "distribusi", jadi bila hasilnya baru (berupa digital misalnya) itu baru new media. Dan jika dilihat dari sisi ini berarti koran cetak termasuk sebagai old media dong. Kalau koran online baru di bilang sebagai new media.
            Sangat sulit sekali menjelaskan apa itu new media, karena new media itu dapat dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. Itulah yang membuat sangat sulit untuk mendefinisikan apa itu new media?
            Tapi kalau menurut saya New Media adalah media yang dibuat dengan kode digital, yaitu memakai representasi matematis. Contohnya: Dengan menggunakan alogaritma yang tepat, kita dapat dengan otomatis membuang “noise” dari foto, meningkatkan kontras warna, mencari sisi-sisi dari bentuk, atau mengubah proporsi dan ukuran gambar, singkatnya, media menjadi mudah untuk diprogramkan.
            New Media adalah media yang didalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu, itu baru disebut new media. Contohnya : Seperti QuickTime movies, suara yang dimasukkan secara terpisah dan berjalan selama film berjalan. Karena tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing, maka masing-masing dapat dimodifikasi / di-edit kapanpun tanpa harus mengubah film itu sendiri.
            New Media adalah media dapat mengoperasikan sifat otomatis dalam berbagai perangkatnya. Contohnya: Program edit gambar seperti Photoshop dapat dengan otomatis memperbaiki gambar hasil scan, membersihkan gambar dan meningkatkan kontras gambar.
            Terakhir kesimpulannya: New media adalah media yang “cerdas seperti manusia” karena terus berkembang seturut perkembangan jaman

…ADVERTISING…

Advertising adalah salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan produknya dimana unsur kreatif sangat penting untuk men-deliver pesannya.
Keberhasilan advertising adalah menciptakan attention untuk meningkatkan awareness dan membuat konsumen untuk mau mencoba produknya sehingga produk yang dijual akan meningkat penjualannya.
Advertising Effectiveness sendiri adalah merupakan pengukuran yang memperlihatkan kontribusi komunikasi iklan (khususnya TV) terhadap level cognitive (Awareness) kepada Affective (Kesukaan + Minat beli) sampai ke Connative (Usage) terakhir sampai ketingkat loyalitas konsumen.
Pengukuran Advertising Effectiveness sangat diperlukan Untuk melihat efektifitas dari kampanye komunikasi yang telah dilakukan, sehingga kedepannya kita bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk menjadikan produk kita bisa berkompetisi dipasar.
Informasi pasar yang didapat dari survei kepuasan palanggan ini digunakan untuk sebagai sarana melihat tingkat kepuasan konsumen dan melihat efektifitas kegiatan kampanye promosi dan pemasaran yang telah dilakukan sehingga kedepannya untuk merumuskan strategi-strategi pemasaran yang efektif untuk periode berikutnyaEmotional Benefit Lebih Diutamakan



Kalau soal harga, remaja tidak terlalu sensitif seperti layaknya kaum wanita dewasa atau ibu. Sebab, mereka belum merasakan susahnya mencari uang dan masih bergantung sepenuhnya kepada orangtua. Seandainya mereka sangat suka kepada suatu produk dan uang sakunya tidak mencukupi, mereka akan menggunakan 1001 cara membujuk orangtuanya untuk membelikan produk tersebut.
Siapakah trendsetter mereka? Hanya orang-orang tertentu yang sangat menonjol di kelompok yang bisa dijadikan panutan oleh teman-temannya. Menilik sifat mereka yang masih sangat labil, mereka cenderung mencari sosok dari luar sebagai panutan, termasuk untuk tren yang sedang “in“ saat itu. Seringnya, yang menjadi panutan ABG adalah artis atau penyanyi band yang sedang top. Apa pun yang dilakukan atau dipakai oleh sang idola, akan mereka ikuti.
Karena pola mereka mengikuti trendsetter, ABG belum memiliki loyalitas terhadap brand tertentu. Mereka sangat mudah dipengaruhi lingkungan, terutama teman. Jika teman berubah dari merek A ke merek B, mereka akan cenderung mengikuti. Terlebih, perasaan ingin mencoba sesuatu yang baru masih sangat tinggi, sehingga brand switching paling mudah terjadi di kategori remaja.
Maka, unsur yang harus diperhatikan pada saat menggarap pasar ABG adalah tren yang sedang “in“ saat itu. Kemudian, mencermati ritme kehidupan mereka sejak pagi hari, di sekolah, lingkungan pergaulan, keluarga dan sebagainya. Lalu, tampilan komunikasi yang menggunakan grouping of buddies akan sangat membantu karena 99% dari remaja memang cenderung berkelompok. Ditambah lagi, menggunakan figur idola remaja saat itu akan bisa menjadi shortcut yang sangat efektif.
Mereka cenderung mengedepankan emotional benefit. Apa yang dianggap tren saat itu, dianggap “cool” oleh teman-temannya, apa pun yang dipakai oleh para idola mereka, pasti akan dibeli atau dicoba tanpa mengindahkan functional benefit. Kadang juga tanpa mengindahkan faktor value for money (kontennya). Melihat sifatnya yang sangat unstable, sebenarnya segmen ini merupakan sasaran empuk para marketer yang jeli melihat loop holes produk-produk yang memang ditujukan untuk kaum remaja. Apalagi jika pendekatannya tepat, menggunakan bahasa gaul mereka, dan menggunakan figur idola mereka.
Sedangkan komunikasi below the line yang tepat adalah yang bersifat mengumpulkan massa. Karena di usia mereka, kebutuhan untuk tampil, untuk dilihat dan melihat, untuk diakui keberadaannya, masih sangat tinggi. Pagelaran musik, lomba kecantikan atau event yang sifatnya massal akan efektif dan pasti mendapat tanggapan positif. Community marketing masih belum terlalu berjalan karena masih sangat terbatas sifatnya. Kumpulan atau kelompok yang mereka ikuti masih sebatas sekolah dan pergaulan sehari-hari dan biasanya sifatnya belum tetap, masih akan cepat berubah. Ada beberapa strategi kunci para marketer untuk sukses di segmen ini. Pertama, product differentiation, yaitu kelebihan signifikan yang dimiliki oleh produk tersebut. Apakah akan cukup menarik minat remaja untuk mencoba atau membeli produk ini (trial purchase).
Kedua, competition. Berkaitan dengan product differentiation di atas, kita juga harus melihat kompetisi yang ada di pasar. Jangan hanya berbeda dari segi produk saja, tetapi pendekatan yang dilakukan ke konsumen juga harus berbeda. Jangan pernah menjadi “me too“ atau follower dalam segalanya. Lakukanlah inovasi-inovasi dalam komunikasi. Karena remaja memang selalu tertarik dengan hal-hal baru, yang aneh, nyeleneh dan yang lain dari yang lain, walaupun tetap harus membumi.
Ketiga, cost and risk. Menciptakan produk yang berbeda dengan komunikasi inovatif memang butuh biaya yang tidak sedikit. Tetapi, jangan mempertaruhkan investasi dengan menetapkan harga terlalu tinggi demi mencapai dua poin di atas. Walaupun, kaum ABG tidak terlalu sensitif terhadap harga, tetapi mereka juga punya batasan-batasan tertentu karena mereka masih sepenuhnya tergantung pada uang saku yang diberikan orangtuanya. Jadi, perhitungan yang matang antara cost and risk tetap menjadi prioritas utama.
Keempat, creating a perceive value. Kaum ABG belum mempunyai satu ketegasan sikap dalam hidup. Mereka masih mencari jati diri, sehingga sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekelilingnya. Jadi, jika berhasil menciptakan sebuah perceive value dari produk yang kita pasarkan (entah itu melalui packaging, komunikasi iklan, ambassador/bintang iklan), akan sangat membantu untuk action to buy.
Terakhir, SWOT Analysis masih merupakan basic dari perhitungan untuk memasarkan sebuah produk.


Iklan yang disukai oleh konsumen tentunya sangatlah penting. Setiap pengiklan dan biro iklan yang menangani iklan, pasti berupaya agar iklannya disukai. Iklan yang disukai, biasanya akan sangat membantu tingkat awareness dari merek tersebut.
Iklan yang disukai juga sangat penting dalam membentuk perasaan suka terhadap merek tersebut. Bagaimana menjelaskan bahwa iklan yang disukai dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen terhadap merek tersebut ? Banyak teori yang dapat menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah teori Classical Conditioning yang dikembangkan oleh Pavlov. Teori ini sederhana dan dikonsepkan berdasarkan suatu eksperimen sederhana pula.
Kira-kira ekperimennya adalah seperti berikut; Ada instrumen atau alat yang dapat mengeluarkan bunyi, makanan dan seekor kucing yang lapar. Setiap kali alat berbunyi, kemudian diikuti dengan pemberian makanan kepada kucing tersebut. Karena lapar, kucing akan mengeluarkan air liur melihat makanan yang diberikan kepadanya. Hal ini diulang-ulang terus menerus. Alat dibunyikan, makanan diberikan, kucing mengeluarkan air liur sebagai respon terhadap stimulus dan kemudian makan.
Setelah berkali-kali, kucing akan belajar bahwa setiap alat dibunyikan, maka makanan pasti akan diberikan. Oleh karena itu, saat alat dibunyikan, maka kucing tersebut sudah memberikan respon dan keluar air liurnya sebelum makanan diberikan.
Iklan dapat diibaratkan dengan makanan dan alat instrumen adalah merek suatu produk. Dalam hal ini, kucing diperankan oleh pemirsa. Saat pertama kali melihat suatu iklan yang disukai, pemirsa akan memberikan reaksi dalam bentuk perasaan suka dan sikap yang positif, sama seperti kucing yang memberikan respon dalam bentuk air liur. Lama kelamaan, karena suka terhadap iklan tersebut maka pemirsa akan timbul rasa suka terhadap merek tersebut. Karena itu,sangatlah penting untuk mempunyai iklan yang disukai oleh konsumen.
Hasil survei Omnibus Dwisapta 2007 menunjukan bahwa iklan Sampoerna A Mild, Lux Coca Cola, Extra Joss, Mie Sedap, La Light, Dancow, Gudang Garam, Indomie, adalah 10 iklan yang paling disukai oleh pemirsa Indonesia.
Bila melihat hasil survei tersebut, terlihat ada beberapa persamaan yang dimiliki oleh iklan-iklan tersebut. Iklan-iklan tersebut, umumnya mempunyai kreativitas yang baik, unik atau relatif berbeda dengan iklan-iklan pada umumnya, menggunakan humor atau hal-hal yang lucu dan sebagian menggunakan artis yang terkenal atau sebagian menggunakan musik.
Pertama, keunikan dari hasil suatu kreativitas jelas sangat penting. Setiap hari, pemirsa televisi dibombardir dengan ratusan iklan. Iklan-iklan yang tidak memiliki keunikan, sangatlah sulit untuk menancap dalam benak konsumen dan mempunyai peluang kecil untuk disukai.
Kedua, pengaruh talen atau artis terkenal memang luar biasa. Dapat dikatakan, iklan-iklan yang disukai tersebut, 90% menggunakan artis yang sudah sangat terkenal dan familiar buat konsumen Indonesia.
Ketiga, terlihat ada hubungan yang erat antara iklan yang disukai dan iklan yang dianggap lucu. Sama seperti konsumen di belahan dunia yang lain, orang Indonesia juga senang dengan iklan yang lucu dan penuh dengan humor. Ini memberikan pesan kepada para pengiklan agar tidak terlalu memaksakan memberikan informasi yang terlalu banyak dan menjadi iklan yang membosankan.
Keempat, yang terlihat nyata adalah bahwa iklan yang disukai adalah iklan yang mempunyai frekuensi yang tinggi atau didukung dengan budget yang tinggi. Tentunya, ini pesan yang tidak menyenangkan buat para produsen kelas menengah yang tidak mempunyai budget yang besar.
Kelima, Hal ini tidak kalah pentingnya Iklan yang disuka dan bisa menancap dibenak konsumen adalah iklan yang simple dan gampang dicerna, hal ini disesuaikan dengan pola pikir dan gaya hidup orang Indonesia yang masih berbau ketimuran.
Akhirnya, iklan yang disukai, biasanya mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pemilihan merek. Sekarang tinggal gimana kita menyikapinya ? yang jelas Iklan yang creative adalah iklan yang disuka dan bisa menjual



Tahun 2007 jelas menjadi sejarah tak terlupakan bagi insan periklanan Indonesia. Setelah sekian lama hanya mentok sebagai penggembira di ajang kompetisi kreatif iklan tingkat regional dan internasional, kini karya Indonesia mampu unjuk gigi. Ya, Citra Parivvara (CP) tahun lalu bertajuk “Survival Change” mampu membuahkan hasil.
Setidaknya, sepanjang tahun 2007 karya kreatif anak bangsa mampu merebut metal di ajang Asia Pacific Advertising Festival, Cannes Lions dan New York Festival. Berawal dari karya Indonesia berjudul Floating Hands yang mampu merebut perak di Asia Pacific Advertising Festival, kejayaan insan kreatif tanah air makin menguak.
Iklan serupa rupanya mampu meraih perunggu di adu kreatif Cannes Lions 2007. Perunggu lain dari Cannes Lions juga mampu digondol iklan cetak permen karet Big Babol karya Draft FCB: Tak ketinggalan, iklan layanan masyarakat anti-AIDS karyaRandy Rinaldy juga berhasil menggondol emas di ajang New York Festival.
Jadi, jangan heran kalau hasil CP 2007 ke-21 itu tak boleh mengalami kemunduran. Alias, karya-karya iklan yang terjaring dalam CP ke-21 itu harus mampu berjaya lagi di ajang festival tingkat regional maupun internasional. “Oleh karena itu, standard penjurian CP 2007 semakin ditingkatkan lagi,” ungkap Narga S. Habib, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI).
Tema CP 2007 “Aim Higher”, yang diartikulasikan dalam jargon Only the Great Prevail dikibarkan. Dewan juri “yang didominasi para juri asing diharapkan mampumenyeleksi sejumlah karya iklan anak bangsa— yang notabene bakal diadu lagi di festival iklan manca negara. Ya, dewan juri di bawah pimpinan Chief Creative OfficerTBWA Jepang John Merrifield (kategori utama) dan Executive Creative Director BBDO Malaysia Ronald Ng (kategori craft), harapan akbar CP 2007 disandarkan.
Malam anugerah CP 2007 yang digelar pada penghujung November 2007, akhirnya berhasil menentukan jajaran jawaranya. Agency Terbaik diraih JWT Indonesia;Production House Terbaik direbut 25 Frames; Advertiser Terbaik digondol Prambors Rasisonia dan Museum Wayang Indonesia.
Masih dalam hajatan akbar para insan kreatif iklan Indonesia itu, pasangan IswandaMardio dan Dimaz Muktiarto dari Publicis Indonesia dikukuhkan menjadi pasangan Daun Muda Award. Mereka terpilih mewakili Indonesia di ajang “Young Lotus” Asia Pacific Adfest, Pattaya, pada tahun 2008.
Bahkan, sejumlah nama biro iklan sukses menggondol beberapa penghargaan. Sebut saja, PT Hakuhodo Indonesia sukses menggondol 3 bronze di kategori Automotive &Its Related Products, untuk iklan Nissan berjudul Tough. Di kategori Candy & Snack,PT Hakuhodo Indonesia juga berhasil menggondol 2 Silver dan 3 Bronze untuk iklan Lotte Green Gum berjudul bushman 1 dan bushman 2.
Di kategori Non Conventional Medium (Innovative Ad) dan Advertising on Internet andMobile Phone, PT. Hakuhodo Indonesia kembali berjaya. Ya, iklan Car Insuranceberjudul Ruler mampu memperoleh 2 Silver di kategori Non Conventional Medium.Sementara iklan Nissan Frontier Navara berjudul Crash Test—yang juga buatan PT Hakuhodo Indonesia —sukses meraih 3 Bronze.
Hoh Woon Siew, Executive Creative Director PT Hakuhodo Indonesia, yang juga salah seorang juri CP 2007 menilai bahwa para pemenang hasil penjurian CP 2007 adalahentry-entry yang memang layak berkompetisi di sejumlah festival kreatif periklanan mancanegara.
Sementara itu, di mata John Merrifield, Ketua Juri CP2007, periklanan di Indo­nesia sangat potensial untuk menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Lantaran, Indonesia memiliki keragaman budaya lokal serta kemajemukan penduduk yang tidak didapat di negara lain. Menurutnya, ide kreatif bisa datang dari mana saja, bahkan bisa dimulai dari melakukan apa yang disukai. “Tak ada yang bisa didapat jika kitamembuat iklan karena punya niat menang award. Akan lebih baik, jika bikin iklan yang dapat memberi impact yang dahsyat,” ujar John, saat menjadi pembicara di seminar hari kedua CP 2007.


Makin semrawutnya medium konvensional sebagai sarana beriklan memicu para pengelola biro iklan dan pemasar mencari alternatif lain sebagai medium beriklan agar pesannya men­jadi efektif dan efisien. Sejumlah pengiklan di kota-kota besar telah memanfaatkan ambient media untuk memecah perhatian konsumen. Pasalnya, tujuan utama dari ambient adalah bagaimana konsumen memperoleh a memorable experience dari kegiatan komunikasi yang dirancang. Tentunya di luar medium konvensional.
Sehingga kegiatan ini banyak ditemui pada kegiatan below-the-line yang terintegrasi dengan media. Ambient juga bisa ditemui di dalam ruangan seperti mal, restoran, toilet dan media advertising. Pemasar yang memanfaatkan medium ini masih di dominasi oleh pemasar besar yang menjual produk fast moving consumer goods(FMCG), telekomunikasi, perbankan, rokok dan otomotif.
Di sudut-sudut Jakarta, tepatnya di sekitar Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia, tampak bentuk-bentuk unik yang mampu menyedot perhatian orang yang hilir mudik di jalan utama itu. Rata-rata ambient berukuran besar. Ini membuktikan bahwa ambient media sudah mulai banyak dipilih oleh para pemasar.


BAKSO KRIKIL


         
Mungkin karena bentuknya yang kecil-kecil maka bakso ini dinamakan bakso kerikil. Tak jadi soal yang penting bakso ini memiliki rasa yang nikmat dan pas untuk disantap saat hujan seperti sekarang ini.


Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
500 gram daging sengkel segar, dipotong-potong kecil
4 sendok teh garam kasar 
1 butir telur 
250 gram es serut 
1/2 sendok teh penyedap rasa 
3 siung bawang putih, dihaluskan
1/2 sendok teh merica bubuk 
1 sendok makan bawang putih goreng 
1 sendok makan bawang merah goreng 
125 gram tepung sagu aren 
100 gram urat sapi, dicincang

Pelengkap:
1 resep kuah bakso sapi 

Bahan Kuah:
1.500 gram tulang sapi 
5.000 ml air 
4 tangkai seledri, diikat
4 batang daun seledri 
10 siung bawang putih, digoreng utuh, dimemarkan
7 sendok teh garam 
1 sendok teh merica bubuk 
1 sendok teh gula pasir 
1 sendok teh penyedap rasa 
50 gram bawang merah goreng 
1 resep sambal bakso sapi 

Bahan Sambal:
5 buah cabai merah keriting, direbus
20 buah cabai rawit merah, direbus
250 ml air 
1/2 sendok teh garam 
10 buah tahu pong, digoreng
150 gram bihun, diseduh
150 gram mi telur, diseduh
9 tangkai seledri, diiris halus untuk taburan
4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan 


Cara membuat:
1.   Bakso, masukkan daging sapi dan garam dalam food processor. Giling sampai halus.
2.   Masukkan telur, es serut, penyedap rasa, bawang putih, merica bubuk, bawang putih goreng, dan bawang merah goreng. Giling sampai lembut.
3.   Tambahkan tepung sagu. Giling rata sampai lembut dan kalis. Masukkan urat sapi. Aduk rata.
4.   Ambil adonan. Bentuk bulat kecil-kecil dengan tangan. Masukkan dalam air hangat. Bila bakso sudah mulai penuh. Rebus sampai matang. Tiriskan.
5.   Sajikan bersama pelengkap dan kuah.




.
Asep Rizal Muldiansyah
2IA08
51412202

…NEW MEDIA…

            Kata "media" itu berasal dari bahasa latin yang artinya perantara sebuah pesan dengan penerima pesan. Contoh dari media seperti: Komputer. Komputer dapat dikatakan media pembelajaran jika membawa pesan - pesan dalam rangka mencapai tujuanpembelajaran.
            Dan apa yang dimaksud dengan "new media". Sebenarnya sulit untuk mendefinisikan new media disebabkan karena sulitnya menjelaskan apa variabel dari “new” itu. Dan juga karena bisa dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya.
            Mengatakan new media, bisa berarti berdasarkan "waktu" . Jadi semakin baru, semakin modern, semakin New Media. Lalu bisa juga dilihat dari sisi "manfaat", jadi semakin heboh di kalangan masyarakat, semakin mengubah culture / budaya, makin newmedia.
            Banyak yang beranggapan bahwa komputer itu pasti new media, belum tentu komputer adalah new media karena itu membatasi definisi "new media" itu sendiri, karena komputer hanya sebuah mesin, tidak bisa menjadi pengukur media itu adalah new media atau bukan.
            Bila dilihat dari sisi "produksi", jadi jika diproduksi dengan teknologi terbaru itu menjadi new media. Berarti dengan definisi ini koran cetak juga dapat dibilang sebagai new media, karena koran di produksi dengan komputer dan design dengan software - software modern. Benarkah koran adalah new media ?
            Sekarang yang terakhir jika dilihat dari sisi "distribusi", jadi bila hasilnya baru (berupa digital misalnya) itu baru new media. Dan jika dilihat dari sisi ini berarti koran cetak termasuk sebagai old media dong. Kalau koran online baru di bilang sebagai new media.
            Sangat sulit sekali menjelaskan apa itu new media, karena new media itu dapat dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. Itulah yang membuat sangat sulit untuk mendefinisikan apa itu new media?
            Tapi kalau menurut saya New Media adalah media yang dibuat dengan kode digital, yaitu memakai representasi matematis. Contohnya: Dengan menggunakan alogaritma yang tepat, kita dapat dengan otomatis membuang “noise” dari foto, meningkatkan kontras warna, mencari sisi-sisi dari bentuk, atau mengubah proporsi dan ukuran gambar, singkatnya, media menjadi mudah untuk diprogramkan.
            New Media adalah media yang didalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu, itu baru disebut new media. Contohnya : Seperti QuickTime movies, suara yang dimasukkan secara terpisah dan berjalan selama film berjalan. Karena tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing, maka masing-masing dapat dimodifikasi / di-edit kapanpun tanpa harus mengubah film itu sendiri.
            New Media adalah media dapat mengoperasikan sifat otomatis dalam berbagai perangkatnya. Contohnya: Program edit gambar seperti Photoshop dapat dengan otomatis memperbaiki gambar hasil scan, membersihkan gambar dan meningkatkan kontras gambar.
            Terakhir kesimpulannya: New media adalah media yang “cerdas seperti manusia” karena terus berkembang seturut perkembangan jaman

…ADVERTISING…

Advertising adalah salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan produknya dimana unsur kreatif sangat penting untuk men-deliver pesannya.
Keberhasilan advertising adalah menciptakan attention untuk meningkatkan awareness dan membuat konsumen untuk mau mencoba produknya sehingga produk yang dijual akan meningkat penjualannya.
Advertising Effectiveness sendiri adalah merupakan pengukuran yang memperlihatkan kontribusi komunikasi iklan (khususnya TV) terhadap level cognitive (Awareness) kepada Affective (Kesukaan + Minat beli) sampai ke Connative (Usage) terakhir sampai ketingkat loyalitas konsumen.
Pengukuran Advertising Effectiveness sangat diperlukan Untuk melihat efektifitas dari kampanye komunikasi yang telah dilakukan, sehingga kedepannya kita bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk menjadikan produk kita bisa berkompetisi dipasar.
Informasi pasar yang didapat dari survei kepuasan palanggan ini digunakan untuk sebagai sarana melihat tingkat kepuasan konsumen dan melihat efektifitas kegiatan kampanye promosi dan pemasaran yang telah dilakukan sehingga kedepannya untuk merumuskan strategi-strategi pemasaran yang efektif untuk periode berikutnya

Kalau soal harga, remaja tidak terlalu sensitif seperti layaknya kaum wanita dewasa atau ibu. Sebab, mereka belum merasakan susahnya mencari uang dan masih bergantung sepenuhnya kepada orangtua. Seandainya mereka sangat suka kepada suatu produk dan uang sakunya tidak mencukupi, mereka akan menggunakan 1001 cara membujuk orangtuanya untuk membelikan produk tersebut.
Siapakah trendsetter mereka? Hanya orang-orang tertentu yang sangat menonjol di kelompok yang bisa dijadikan panutan oleh teman-temannya. Menilik sifat mereka yang masih sangat labil, mereka cenderung mencari sosok dari luar sebagai panutan, termasuk untuk tren yang sedang “in“ saat itu. Seringnya, yang menjadi panutan ABG adalah artis atau penyanyi band yang sedang top. Apa pun yang dilakukan atau dipakai oleh sang idola, akan mereka ikuti.
Karena pola mereka mengikuti trendsetter, ABG belum memiliki loyalitas terhadap brand tertentu. Mereka sangat mudah dipengaruhi lingkungan, terutama teman. Jika teman berubah dari merek A ke merek B, mereka akan cenderung mengikuti. Terlebih, perasaan ingin mencoba sesuatu yang baru masih sangat tinggi, sehingga brand switching paling mudah terjadi di kategori remaja.
Maka, unsur yang harus diperhatikan pada saat menggarap pasar ABG adalah tren yang sedang “in“ saat itu. Kemudian, mencermati ritme kehidupan mereka sejak pagi hari, di sekolah, lingkungan pergaulan, keluarga dan sebagainya. Lalu, tampilan komunikasi yang menggunakan grouping of buddies akan sangat membantu karena 99% dari remaja memang cenderung berkelompok. Ditambah lagi, menggunakan figur idola remaja saat itu akan bisa menjadi shortcut yang sangat efektif.
Mereka cenderung mengedepankan emotional benefit. Apa yang dianggap tren saat itu, dianggap “cool” oleh teman-temannya, apa pun yang dipakai oleh para idola mereka, pasti akan dibeli atau dicoba tanpa mengindahkan functional benefit. Kadang juga tanpa mengindahkan faktor value for money (kontennya). Melihat sifatnya yang sangat unstable, sebenarnya segmen ini merupakan sasaran empuk para marketer yang jeli melihat loop holes produk-produk yang memang ditujukan untuk kaum remaja. Apalagi jika pendekatannya tepat, menggunakan bahasa gaul mereka, dan menggunakan figur idola mereka.
Sedangkan komunikasi below the line yang tepat adalah yang bersifat mengumpulkan massa. Karena di usia mereka, kebutuhan untuk tampil, untuk dilihat dan melihat, untuk diakui keberadaannya, masih sangat tinggi. Pagelaran musik, lomba kecantikan atau event yang sifatnya massal akan efektif dan pasti mendapat tanggapan positif. Community marketing masih belum terlalu berjalan karena masih sangat terbatas sifatnya. Kumpulan atau kelompok yang mereka ikuti masih sebatas sekolah dan pergaulan sehari-hari dan biasanya sifatnya belum tetap, masih akan cepat berubah. Ada beberapa strategi kunci para marketer untuk sukses di segmen ini. Pertama, product differentiation, yaitu kelebihan signifikan yang dimiliki oleh produk tersebut. Apakah akan cukup menarik minat remaja untuk mencoba atau membeli produk ini (trial purchase).
Kedua, competition. Berkaitan dengan product differentiation di atas, kita juga harus melihat kompetisi yang ada di pasar. Jangan hanya berbeda dari segi produk saja, tetapi pendekatan yang dilakukan ke konsumen juga harus berbeda. Jangan pernah menjadi “me too“ atau follower dalam segalanya. Lakukanlah inovasi-inovasi dalam komunikasi. Karena remaja memang selalu tertarik dengan hal-hal baru, yang aneh, nyeleneh dan yang lain dari yang lain, walaupun tetap harus membumi.
Ketiga, cost and risk. Menciptakan produk yang berbeda dengan komunikasi inovatif memang butuh biaya yang tidak sedikit. Tetapi, jangan mempertaruhkan investasi dengan menetapkan harga terlalu tinggi demi mencapai dua poin di atas. Walaupun, kaum ABG tidak terlalu sensitif terhadap harga, tetapi mereka juga punya batasan-batasan tertentu karena mereka masih sepenuhnya tergantung pada uang saku yang diberikan orangtuanya. Jadi, perhitungan yang matang antara cost and risk tetap menjadi prioritas utama.
Keempat, creating a perceive value. Kaum ABG belum mempunyai satu ketegasan sikap dalam hidup. Mereka masih mencari jati diri, sehingga sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekelilingnya. Jadi, jika berhasil menciptakan sebuah perceive value dari produk yang kita pasarkan (entah itu melalui packaging, komunikasi iklan, ambassador/bintang iklan), akan sangat membantu untuk action to buy.
Terakhir, SWOT Analysis masih merupakan basic dari perhitungan untuk memasarkan sebuah produk.


Iklan yang disukai oleh konsumen tentunya sangatlah penting. Setiap pengiklan dan biro iklan yang menangani iklan, pasti berupaya agar iklannya disukai. Iklan yang disukai, biasanya akan sangat membantu tingkat awareness dari merek tersebut.
Iklan yang disukai juga sangat penting dalam membentuk perasaan suka terhadap merek tersebut. Bagaimana menjelaskan bahwa iklan yang disukai dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen terhadap merek tersebut ? Banyak teori yang dapat menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah teori Classical Conditioning yang dikembangkan oleh Pavlov. Teori ini sederhana dan dikonsepkan berdasarkan suatu eksperimen sederhana pula.
Kira-kira ekperimennya adalah seperti berikut; Ada instrumen atau alat yang dapat mengeluarkan bunyi, makanan dan seekor kucing yang lapar. Setiap kali alat berbunyi, kemudian diikuti dengan pemberian makanan kepada kucing tersebut. Karena lapar, kucing akan mengeluarkan air liur melihat makanan yang diberikan kepadanya. Hal ini diulang-ulang terus menerus. Alat dibunyikan, makanan diberikan, kucing mengeluarkan air liur sebagai respon terhadap stimulus dan kemudian makan.
Setelah berkali-kali, kucing akan belajar bahwa setiap alat dibunyikan, maka makanan pasti akan diberikan. Oleh karena itu, saat alat dibunyikan, maka kucing tersebut sudah memberikan respon dan keluar air liurnya sebelum makanan diberikan.
Iklan dapat diibaratkan dengan makanan dan alat instrumen adalah merek suatu produk. Dalam hal ini, kucing diperankan oleh pemirsa. Saat pertama kali melihat suatu iklan yang disukai, pemirsa akan memberikan reaksi dalam bentuk perasaan suka dan sikap yang positif, sama seperti kucing yang memberikan respon dalam bentuk air liur. Lama kelamaan, karena suka terhadap iklan tersebut maka pemirsa akan timbul rasa suka terhadap merek tersebut. Karena itu,sangatlah penting untuk mempunyai iklan yang disukai oleh konsumen.
Hasil survei Omnibus Dwisapta 2007 menunjukan bahwa iklan Sampoerna A Mild, Lux Coca Cola, Extra Joss, Mie Sedap, La Light, Dancow, Gudang Garam, Indomie, adalah 10 iklan yang paling disukai oleh pemirsa Indonesia.
Bila melihat hasil survei tersebut, terlihat ada beberapa persamaan yang dimiliki oleh iklan-iklan tersebut. Iklan-iklan tersebut, umumnya mempunyai kreativitas yang baik, unik atau relatif berbeda dengan iklan-iklan pada umumnya, menggunakan humor atau hal-hal yang lucu dan sebagian menggunakan artis yang terkenal atau sebagian menggunakan musik.
Pertama, keunikan dari hasil suatu kreativitas jelas sangat penting. Setiap hari, pemirsa televisi dibombardir dengan ratusan iklan. Iklan-iklan yang tidak memiliki keunikan, sangatlah sulit untuk menancap dalam benak konsumen dan mempunyai peluang kecil untuk disukai.
Kedua, pengaruh talen atau artis terkenal memang luar biasa. Dapat dikatakan, iklan-iklan yang disukai tersebut, 90% menggunakan artis yang sudah sangat terkenal dan familiar buat konsumen Indonesia.
Ketiga, terlihat ada hubungan yang erat antara iklan yang disukai dan iklan yang dianggap lucu. Sama seperti konsumen di belahan dunia yang lain, orang Indonesia juga senang dengan iklan yang lucu dan penuh dengan humor. Ini memberikan pesan kepada para pengiklan agar tidak terlalu memaksakan memberikan informasi yang terlalu banyak dan menjadi iklan yang membosankan.
Keempat, yang terlihat nyata adalah bahwa iklan yang disukai adalah iklan yang mempunyai frekuensi yang tinggi atau didukung dengan budget yang tinggi. Tentunya, ini pesan yang tidak menyenangkan buat para produsen kelas menengah yang tidak mempunyai budget yang besar.
Kelima, Hal ini tidak kalah pentingnya Iklan yang disuka dan bisa menancap dibenak konsumen adalah iklan yang simple dan gampang dicerna, hal ini disesuaikan dengan pola pikir dan gaya hidup orang Indonesia yang masih berbau ketimuran.
Akhirnya, iklan yang disukai, biasanya mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pemilihan merek. Sekarang tinggal gimana kita menyikapinya ? yang jelas Iklan yang creative adalah iklan yang disuka dan bisa menjual



Tahun 2007 jelas menjadi sejarah tak terlupakan bagi insan periklanan Indonesia. Setelah sekian lama hanya mentok sebagai penggembira di ajang kompetisi kreatif iklan tingkat regional dan internasional, kini karya Indonesia mampu unjuk gigi. Ya, Citra Parivvara (CP) tahun lalu bertajuk “Survival Change” mampu membuahkan hasil.
Setidaknya, sepanjang tahun 2007 karya kreatif anak bangsa mampu merebut metal di ajang Asia Pacific Advertising Festival, Cannes Lions dan New York Festival. Berawal dari karya Indonesia berjudul Floating Hands yang mampu merebut perak di Asia Pacific Advertising Festival, kejayaan insan kreatif tanah air makin menguak.
Iklan serupa rupanya mampu meraih perunggu di adu kreatif Cannes Lions 2007. Perunggu lain dari Cannes Lions juga mampu digondol iklan cetak permen karet Big Babol karya Draft FCB: Tak ketinggalan, iklan layanan masyarakat anti-AIDS karyaRandy Rinaldy juga berhasil menggondol emas di ajang New York Festival.
Jadi, jangan heran kalau hasil CP 2007 ke-21 itu tak boleh mengalami kemunduran. Alias, karya-karya iklan yang terjaring dalam CP ke-21 itu harus mampu berjaya lagi di ajang festival tingkat regional maupun internasional. “Oleh karena itu, standard penjurian CP 2007 semakin ditingkatkan lagi,” ungkap Narga S. Habib, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI).
Tema CP 2007 “Aim Higher”, yang diartikulasikan dalam jargon Only the Great Prevail dikibarkan. Dewan juri “yang didominasi para juri asing diharapkan mampumenyeleksi sejumlah karya iklan anak bangsa— yang notabene bakal diadu lagi di festival iklan manca negara. Ya, dewan juri di bawah pimpinan Chief Creative OfficerTBWA Jepang John Merrifield (kategori utama) dan Executive Creative Director BBDO Malaysia Ronald Ng (kategori craft), harapan akbar CP 2007 disandarkan.
Malam anugerah CP 2007 yang digelar pada penghujung November 2007, akhirnya berhasil menentukan jajaran jawaranya. Agency Terbaik diraih JWT Indonesia;Production House Terbaik direbut 25 Frames; Advertiser Terbaik digondol Prambors Rasisonia dan Museum Wayang Indonesia.
Masih dalam hajatan akbar para insan kreatif iklan Indonesia itu, pasangan IswandaMardio dan Dimaz Muktiarto dari Publicis Indonesia dikukuhkan menjadi pasangan Daun Muda Award. Mereka terpilih mewakili Indonesia di ajang “Young Lotus” Asia Pacific Adfest, Pattaya, pada tahun 2008.
Bahkan, sejumlah nama biro iklan sukses menggondol beberapa penghargaan. Sebut saja, PT Hakuhodo Indonesia sukses menggondol 3 bronze di kategori Automotive &Its Related Products, untuk iklan Nissan berjudul Tough. Di kategori Candy & Snack,PT Hakuhodo Indonesia juga berhasil menggondol 2 Silver dan 3 Bronze untuk iklan Lotte Green Gum berjudul bushman 1 dan bushman 2.
Di kategori Non Conventional Medium (Innovative Ad) dan Advertising on Internet andMobile Phone, PT. Hakuhodo Indonesia kembali berjaya. Ya, iklan Car Insuranceberjudul Ruler mampu memperoleh 2 Silver di kategori Non Conventional Medium.Sementara iklan Nissan Frontier Navara berjudul Crash Test—yang juga buatan PT Hakuhodo Indonesia —sukses meraih 3 Bronze.
Hoh Woon Siew, Executive Creative Director PT Hakuhodo Indonesia, yang juga salah seorang juri CP 2007 menilai bahwa para pemenang hasil penjurian CP 2007 adalahentry-entry yang memang layak berkompetisi di sejumlah festival kreatif periklanan mancanegara.
Sementara itu, di mata John Merrifield, Ketua Juri CP2007, periklanan di Indo­nesia sangat potensial untuk menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Lantaran, Indonesia memiliki keragaman budaya lokal serta kemajemukan penduduk yang tidak didapat di negara lain. Menurutnya, ide kreatif bisa datang dari mana saja, bahkan bisa dimulai dari melakukan apa yang disukai. “Tak ada yang bisa didapat jika kitamembuat iklan karena punya niat menang award. Akan lebih baik, jika bikin iklan yang dapat memberi impact yang dahsyat,” ujar John, saat menjadi pembicara di seminar hari kedua CP 2007.


Makin semrawutnya medium konvensional sebagai sarana beriklan memicu para pengelola biro iklan dan pemasar mencari alternatif lain sebagai medium beriklan agar pesannya men­jadi efektif dan efisien. Sejumlah pengiklan di kota-kota besar telah memanfaatkan ambient media untuk memecah perhatian konsumen. Pasalnya, tujuan utama dari ambient adalah bagaimana konsumen memperoleh a memorable experience dari kegiatan komunikasi yang dirancang. Tentunya di luar medium konvensional.
Sehingga kegiatan ini banyak ditemui pada kegiatan below-the-line yang terintegrasi dengan media. Ambient juga bisa ditemui di dalam ruangan seperti mal, restoran, toilet dan media advertising. Pemasar yang memanfaatkan medium ini masih di dominasi oleh pemasar besar yang menjual produk fast moving consumer goods(FMCG), telekomunikasi, perbankan, rokok dan otomotif.
Di sudut-sudut Jakarta, tepatnya di sekitar Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia, tampak bentuk-bentuk unik yang mampu menyedot perhatian orang yang hilir mudik di jalan utama itu. Rata-rata ambient berukuran besar. Ini membuktikan bahwa ambient media sudah mulai banyak dipilih oleh para pemasar.


BAKSO KRIKIL

         
Mungkin karena bentuknya yang kecil-kecil maka bakso ini dinamakan bakso kerikil. Tak jadi soal yang penting bakso ini memiliki rasa yang nikmat dan pas untuk disantap saat hujan seperti sekarang ini.


Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
500 gram daging sengkel segar, dipotong-potong kecil
4 sendok teh garam kasar 
1 butir telur 
250 gram es serut 
1/2 sendok teh penyedap rasa 
3 siung bawang putih, dihaluskan
1/2 sendok teh merica bubuk 
1 sendok makan bawang putih goreng 
1 sendok makan bawang merah goreng 
125 gram tepung sagu aren 
100 gram urat sapi, dicincang

Pelengkap:
1 resep kuah bakso sapi 

Bahan Kuah:
1.500 gram tulang sapi 
5.000 ml air 
4 tangkai seledri, diikat
4 batang daun seledri 
10 siung bawang putih, digoreng utuh, dimemarkan
7 sendok teh garam 
1 sendok teh merica bubuk 
1 sendok teh gula pasir 
1 sendok teh penyedap rasa 
50 gram bawang merah goreng 
1 resep sambal bakso sapi 

Bahan Sambal:
5 buah cabai merah keriting, direbus
20 buah cabai rawit merah, direbus
250 ml air 
1/2 sendok teh garam 
10 buah tahu pong, digoreng
150 gram bihun, diseduh
150 gram mi telur, diseduh
9 tangkai seledri, diiris halus untuk taburan
4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan 


Cara membuat:
1.   Bakso, masukkan daging sapi dan garam dalam food processor. Giling sampai halus.
2.   Masukkan telur, es serut, penyedap rasa, bawang putih, merica bubuk, bawang putih goreng, dan bawang merah goreng. Giling sampai lembut.
3.   Tambahkan tepung sagu. Giling rata sampai lembut dan kalis. Masukkan urat sapi. Aduk rata.
4.   Ambil adonan. Bentuk bulat kecil-kecil dengan tangan. Masukkan dalam air hangat. Bila bakso sudah mulai penuh. Rebus sampai matang. Tiriskan.
5.   Sajikan bersama pelengkap dan kuah.




.